Rabu, 25 November 2009
BAHASA CINTA
Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?
Oleh sukarto | July 6, 2007
Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?
Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.
Anehnya, problem yang seringkali kami temui dalam sesi konsultasi adalah permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak disayangi, tidak dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal saat bertemu orangtuanya, kami diyakinkan benar-benar bahwa dia sayang sekali dengan anaknya. Anda mungkin jadi bertanya, kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai ? Kok aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu ? Anda percaya saja, kasus atau kejadian seperti ini banyak sekali terjadi dan bisa saja terjadi pada Anda. Dan dalam banyak kasus orangtua tidak tahu apa salahnya mereka dan bagaimana memperbaikinya.
Anda perlu tahu bahwa anak yang bermasalah dalam hidupnya seperti terlibat perkelahian, narkoba, tidak percaya diri, tidak bisa bergaul, mudah putus asa, tidak berani mencoba dan banyak permasalahan anak lainnya, sumbernya seringkali karena dia tidak merasa dicintai atau diterima oleh orang-orang terdekatnya terutama orangtua. Ada banyak permasalahan yang terjadi karena komunikasi antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Cara dan metode komunikasi yang bagus antara orangtua dan anak sangatlah penting bagi perkembangan diri si anak, salah satunya adalah dengan memahami bahasa cintanya.
Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, saya berikan ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan orang Jepang yang tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda juga tidak mengerti bahasa Jepang, mulailah saling berbicara hm..hm… Apakah kira-kira Anda atau orang asing itu bakalan mengerti ? Dan berapa lama Anda tahan berbicara dengan seseorang yang tidak mengerti apa yang Anda katakan ?
Itulah yang sering terjadi antara orangtua dengan anak yang mempunyai bahasa cinta yang berbeda. Keduanya tidak akan saling mengerti apa yang dimaksud dan akhirnya percakapan hanya berlangsung singkat karena masing-masing merasa percuma ngomong, toh gak akan ngerti juga.
Bahasa cinta seorang anak adalah sebuah cara komunikasi yang sesuai dengan anak agar dia benar-benar merasa dicintai. Kata kunci disini adalah benar-benar karena anak tahu sih orangtuanya sayang dengannya tetapi anak tidak benar-benar merasa dicintai. Ok, Anda jadi sekarang ingin tahu bahasa cinta itu apa saja sih ? Ada 5 bahasa cinta, setiap orang memiliki bahasa cinta yang dominan, sedangkan bahasa cinta yang lain adalah pendukung saja.
1. Sentuhan Fisik : memberikan sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman di pipi, bermain yang melibatkan sentuhan fisik dan lain-lain.
2. Kata-kata Pendukung : kata-kata positif dan mendukung pada anak.
3. Waktu Berkualitas : melakukan aktifitas bersama dengan anak tanpa ada orang lain.
4. Hadiah : memberikan hadiah kesukaannya.
5. Layanan : melayani kebutuhan anak yang penting baginya.
Walaupun saya sudah menjelaskan secara detil mengenai bahasa cinta ini di DVD Tangki Cinta Anak Saya akan menjelaskan bahasa cinta ini satu per satu lebih detil dalam artikel-artikel berikutnya.
Saat Anda mengetahui bahasa cinta anak anda, Anda bisa berkomunikasi sesuai dengan bahasa cinta tersebut dan Anak Anda akan benar-benar merasa dicintai. Anak yang merasa dicintai akan meningkatkan harga dirinya, kepercayaan diri juga meningkat, anak lebih ceria dan hubungannya dengan orangtua jauh lebih berkualitas. Bukankah itu semua yang kita mau ?
Semoga Anda semua menjadi orangtua yang terbaik bagi anak anda..
Oleh sukarto | July 6, 2007
Manakah yang lebih penting menurut Anda : Orangtua yang merasa mencintai anaknya atau Anak yang merasa dicintai orangtuanya ?
Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.
Anehnya, problem yang seringkali kami temui dalam sesi konsultasi adalah permasalahan yang sumbernya karena anak merasa tidak disayangi, tidak dicintai, tidak diterima oleh orangtuanya. Padahal saat bertemu orangtuanya, kami diyakinkan benar-benar bahwa dia sayang sekali dengan anaknya. Anda mungkin jadi bertanya, kalau begitu kenapa anaknya merasa tidak dicintai ? Kok aneh dan kenapa bisa terjadi seperti itu ? Anda percaya saja, kasus atau kejadian seperti ini banyak sekali terjadi dan bisa saja terjadi pada Anda. Dan dalam banyak kasus orangtua tidak tahu apa salahnya mereka dan bagaimana memperbaikinya.
Anda perlu tahu bahwa anak yang bermasalah dalam hidupnya seperti terlibat perkelahian, narkoba, tidak percaya diri, tidak bisa bergaul, mudah putus asa, tidak berani mencoba dan banyak permasalahan anak lainnya, sumbernya seringkali karena dia tidak merasa dicintai atau diterima oleh orang-orang terdekatnya terutama orangtua. Ada banyak permasalahan yang terjadi karena komunikasi antara orangtua dan anak tidak terjalin dengan baik. Cara dan metode komunikasi yang bagus antara orangtua dan anak sangatlah penting bagi perkembangan diri si anak, salah satunya adalah dengan memahami bahasa cintanya.
Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri-sendiri. Kalau Anda belum pernah mendengar istilah bahasa cinta, saya berikan ilustrasi. Bayangkan Anda bertemu dengan orang Jepang yang tidak bisa bahasa Indonesia dan Anda juga tidak mengerti bahasa Jepang, mulailah saling berbicara hm..hm… Apakah kira-kira Anda atau orang asing itu bakalan mengerti ? Dan berapa lama Anda tahan berbicara dengan seseorang yang tidak mengerti apa yang Anda katakan ?
Itulah yang sering terjadi antara orangtua dengan anak yang mempunyai bahasa cinta yang berbeda. Keduanya tidak akan saling mengerti apa yang dimaksud dan akhirnya percakapan hanya berlangsung singkat karena masing-masing merasa percuma ngomong, toh gak akan ngerti juga.
Bahasa cinta seorang anak adalah sebuah cara komunikasi yang sesuai dengan anak agar dia benar-benar merasa dicintai. Kata kunci disini adalah benar-benar karena anak tahu sih orangtuanya sayang dengannya tetapi anak tidak benar-benar merasa dicintai. Ok, Anda jadi sekarang ingin tahu bahasa cinta itu apa saja sih ? Ada 5 bahasa cinta, setiap orang memiliki bahasa cinta yang dominan, sedangkan bahasa cinta yang lain adalah pendukung saja.
1. Sentuhan Fisik : memberikan sentuhan fisik seperti pelukan, ciuman di pipi, bermain yang melibatkan sentuhan fisik dan lain-lain.
2. Kata-kata Pendukung : kata-kata positif dan mendukung pada anak.
3. Waktu Berkualitas : melakukan aktifitas bersama dengan anak tanpa ada orang lain.
4. Hadiah : memberikan hadiah kesukaannya.
5. Layanan : melayani kebutuhan anak yang penting baginya.
Walaupun saya sudah menjelaskan secara detil mengenai bahasa cinta ini di DVD Tangki Cinta Anak Saya akan menjelaskan bahasa cinta ini satu per satu lebih detil dalam artikel-artikel berikutnya.
Saat Anda mengetahui bahasa cinta anak anda, Anda bisa berkomunikasi sesuai dengan bahasa cinta tersebut dan Anak Anda akan benar-benar merasa dicintai. Anak yang merasa dicintai akan meningkatkan harga dirinya, kepercayaan diri juga meningkat, anak lebih ceria dan hubungannya dengan orangtua jauh lebih berkualitas. Bukankah itu semua yang kita mau ?
Semoga Anda semua menjadi orangtua yang terbaik bagi anak anda..
BAHAYA KATA
”BAHAYA KATA ”JANGAN ” BAGI PERKEMBANGAN
POLA PIKIR ANAK
Sampai seseorang berumur 18 tahun, menurut seorang ahli perilaku di
Amerika, orang umumnya telah mendengar kata “JANGAN” sebanyak lebih
dari 148.000 kali. Jumlah ini adalah sebuah jumlah yang sangat fenomenal.
Kata “JANGAN” yang dimaksudkan untuk sebuah larangan, umumnya didapat
seseorang dari orang-orang terdekat termasuk orang tua, guru, atau orangorang
lain yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang.
Sangat mudah diduga bahwa orang tua, pada saat melarang anaknya dengan
mengucapkan kata “JANGAN” (misalnya jangan nonton TV terlalu dekat)
umumnya bermaksud baik. Dengan mengucapkan ”JANGAN” orang tua
bermaksud mencegah terjadinya kecelakaan, mencegah kerugian,
menghindarkan dari masalah, menjaga kesopanan, menjaga ketenangan,
ataupun bisa juga dalam rangka memaksakan kehendak. Yang menarik adalah
pada saat orang tua mengucapkan kata “JANGAN”, umumnya secara tidak
langsung anak akan bertanya di dalam hatinya “Kenapa tidak boleh?” ”Kenapa
dilarang?”dan jawabannya (kalau orang tuanya mau menjawab) pasti adalah
sebuah argumentasi yang bernuansa negatif.
Misalnya orang tua berucap:
”Jangan main di jalanan!”. Kenapa ?, karena berbahaya banyak mobil.
“Jangan main api !. Kenapa? Karena bisa terbakar rumah kita
“Jangan berisik dan berteriak-teriak ! Kenapa? Karena mengganggu orang
tidur
“Jangan main hujan!, Kenapa? Karena bisa sakit dan besok nggak sekolah
“Jangan nonton TV dekat-dekat! Kenapa ? Nanti matanya bisa rusak
Berbahaya, terbakar, mengganggu, sakit, dan rusak adalah argumentasi yang
bernuansa negatif, bernuansa masalah, kesalahan, dan kekhawatiran. Meski
maksud dari larangan itu untuk sebuah kebaikan, tetapi yang menempel di
dalam benak anak-anak adalah justru sisi “yang dilarang” dan argumentasi
negatifnya. Silahkan simak kata-kata saya: “Jangan bayangkan ada seekor
gajah yang sedang duduk dan berbikini pink!” Bagaimana? Meski saya sudah
melarang, anda pasti tetap membayangkan seekor gajah sedang duduk dengan
bikini warna pink, dan setelah itu anda pasti bertanya bertanya (dalam hati)
“kenapa tidak boleh?”. Dan jawaban saya ? pasti sebuah argumen yang
negatif. Akibatnya ? anda akan terbawa ke dalam pemikiran negatif.
Setiap kali sebuah larangan diucapkan maka setiapkali itu pulalah orang tua
secara tidak disengaja menguatkan persepsi untuk melihat sesuatu dari sudut
pandang negatif, kesalahan, kekhawatiran dan masalah. Bisa dibayangkan,
apabila seseorang dibesarkan dengan lebih dari 148.000 kali kata “JANGAN”,
maka berarti minimal sudah ada 148.000 “program” yang bernuansa negatif,
depresing, kesalahan dan salah serta kekhawatiran yang ditanamkan ke otak
seseorang. Setiap kata “JANGAN” dengan demikian akan selalu berasosiasi
dengan hal yang negatif, salah, menekan, masalah, dan kekhawatiran. Orang
tua (dan juga mungkin guru, atau orang-orang terdekat lainnya), secara tidak
sengaja telah membiasakan anak-anak mereka sejak kecil (bahkan mungkin
sejak anak berumur sekitar 1 tahun) untuk berfokus dan selalu memikirkan
hal-hal yang negatif, hal-hal yang salah, dan hal-hal yang mengkhawatirkan.
Seseorang yang sejak kecil hingga menjelang dewasa selalu dibiasakan untuk
melihat hal-hal yang bernuansa negatif, selanjutnya akan tumbuh menjadi
orang yang “sulit untuk mencari kebaikan” dan hal-hal yang positif. Sebuah
program dengan nama file always_negative.exe telah di install (secara tidak
sengaja) oleh orang-orang terdekat kita sejak kecil, utamanya orang tua kita.
Setiap kali sebuah larangan baru muncul maka program always_negative.exe
semakin diperkuat dan di up date dengan versi yang lebih baru dan lebih
canggih. Efek dari adanya program ini adalah, begitu ada sesuatu yang muncul
dihadapan kita, mungkin itu sebuah kejadian, atau bisa itu berupa barang,
atau seseorang, atau ide seseorang, maka program always_negatif.exe
langsung terpicu dan di excecute. Akibatnya sangat nyata dan anda bisa lihat
di sekeliling anda (bahkan pada diri anda sendiri juga), bahwa setiap hal,
informasi, kejadian, situasi, umumnya selalu dilihat, dipikir dan dirasakan dari
sudut yang negatif. Misalkan, “Usul anda bagus, tapi.....” “Apa sih hanya ide
segitu saja udah dipamer-pamerin...” “Apa hebatnya inisiatif itu, punyaku
lebih canggih lihat nih” Begitu sering kita berkomentar secara negatif
tentang hasil kerja orang ataupun ide orang lain. Karena kita terbiasa
memikirkan hal-hal yang negatif, maka kita jadi terbiasa untuk mencari
kesalahan, mencari kelemahan dan mencari bolong-bolong dalam setiap hal
yang kita temui.
Selain keampuhan kata “JANGAN”, program always_negative.exe juga
diperkuat dengan beberapa kebiasaan kita yang nampaknya tidak terlalu
“mengancam”, misalnya baca koran, baca tabloid, menonton berita dan film di
TV dan bergosip dengan teman sejawat.. Beberapa penulis buku bahkan telah
mendokumentasikan bahwa lebih dari 70% informasi yang diberitakan (baik
secara cetak maupun elektronik) merupakan informasi yang bernuansa
negatif. Silahkan anda iseng-iseng melakukan kuantifikasi dari berita pada
koran yang anda baca hari ini, ataupun berita di TV, maka akan nampak bahwa
demikian banyaknya berita yang negatif (masalah, kesalahan, kemarahan,
kejengkelan, perilaku negatif, dsb) dibandingkan dengan hal-hal yang positif
(bahkan sering berita yang paling negatif justru dipasang dengan huruf besar
dan tebal sebagai headline-nya).
Bisa dibayangkan kalau seseorang dibesarkan dengan budaya “Jangan ini,
Jangan itu” dan orang yang sama mempunyai hobi baca koran (pada pagi hari,
yang artinya memulai hari dengan banyak berita negatif), maka tidak heran
apabila program always_negative.exe yang ada di dalam pikirannya akan selalu
siap untuk di jalankan setiap saat. Apapun yang muncul di depan matanya akan
selalu “dilihat” dengan kacamata negatif. “Apa kurangnya? Apa jeleknya ?
Mungkin sebagian dari anda akan memprotes, kita memang harus melihat
kekurangan ataupun kesalahan, supaya bisa memperbaikinya,dan supaya bisa
berjaga-jaga, dan menghindari kesalahan. Betul, tetapi apabila kita terlalu
sering berkonsentrasi pada kekurangan, kesalahan, masalah dan
ketidaklengkapan, maka kita akan menjadi terbiasa dan menjadi ahli dibidang
kekurangan, masalah, dan ketidaklengkapan itu. Keahlian-keahlian itu akan
membuat kita menjadi seorang yang piawai untuk menghindari masalah
(“avoider”) ataupun memperbaiki kerusakan (“repairer”) alias tukang
reparasi”.
Apabila kita berkonsentrasi pada kerusakan lingkungan, kita akan menjadi ahli
tentang kerusakan, tetapi kita tidak akan pernah menjadi ahli tentang
membangun lingkungan yang berkelanjutan (silahkan tanyakan kepada teman
anda yang ahli tentang polusi, dunia seperti apa yang dia inginkan dan dia ingin
hidup di dalamnya? Saya jamin anda akan kaget karena jawabannya sering
tidak spesifik dan sedetail kalau kita tanya dia tentang polusi). Kita mungkin
ahli tentang penyakit, tetapi bukan ahli tentang kehidupan yang sehat dan
menyenangkan. Kita mungkin ahli tentang kemiskinan, tapi bukan ahli tentang
kekayaan. Kenapa begitu? Karena adalah terlalu berat untuk menjadi ahli di
kedua kutub. Seorang ahli kenteng magic, jelas akan kesulitan untuk
mendesign sebuah mobil dengan karakter aerodinamis, berwarna menarik, dan
design futuristik. Seorang ahli meramu obat akan membutuhkan waktu lama,
apabila diminta untuk merancang dengan detil makanan yang sehat dan
menarik untuk disantap (sehingga orang tidak sakit dan tidak perlu makan
obat).
Bagaimana cara menghindari kata ” Jangan ” ? Biasakanlah mencari kata
pengganti dari kata Jangan misalnya :
”Jangan menonton TV dekat-dekat ! Diganti menjadi :
Nonton TV-nya agak jauhan nak !
”Jangan main di Jalanan”. diganti : Mainnya di halaman saja nak !
POLA PIKIR ANAK
Sampai seseorang berumur 18 tahun, menurut seorang ahli perilaku di
Amerika, orang umumnya telah mendengar kata “JANGAN” sebanyak lebih
dari 148.000 kali. Jumlah ini adalah sebuah jumlah yang sangat fenomenal.
Kata “JANGAN” yang dimaksudkan untuk sebuah larangan, umumnya didapat
seseorang dari orang-orang terdekat termasuk orang tua, guru, atau orangorang
lain yang mempunyai pengaruh besar dalam kehidupan seseorang.
Sangat mudah diduga bahwa orang tua, pada saat melarang anaknya dengan
mengucapkan kata “JANGAN” (misalnya jangan nonton TV terlalu dekat)
umumnya bermaksud baik. Dengan mengucapkan ”JANGAN” orang tua
bermaksud mencegah terjadinya kecelakaan, mencegah kerugian,
menghindarkan dari masalah, menjaga kesopanan, menjaga ketenangan,
ataupun bisa juga dalam rangka memaksakan kehendak. Yang menarik adalah
pada saat orang tua mengucapkan kata “JANGAN”, umumnya secara tidak
langsung anak akan bertanya di dalam hatinya “Kenapa tidak boleh?” ”Kenapa
dilarang?”dan jawabannya (kalau orang tuanya mau menjawab) pasti adalah
sebuah argumentasi yang bernuansa negatif.
Misalnya orang tua berucap:
”Jangan main di jalanan!”. Kenapa ?, karena berbahaya banyak mobil.
“Jangan main api !. Kenapa? Karena bisa terbakar rumah kita
“Jangan berisik dan berteriak-teriak ! Kenapa? Karena mengganggu orang
tidur
“Jangan main hujan!, Kenapa? Karena bisa sakit dan besok nggak sekolah
“Jangan nonton TV dekat-dekat! Kenapa ? Nanti matanya bisa rusak
Berbahaya, terbakar, mengganggu, sakit, dan rusak adalah argumentasi yang
bernuansa negatif, bernuansa masalah, kesalahan, dan kekhawatiran. Meski
maksud dari larangan itu untuk sebuah kebaikan, tetapi yang menempel di
dalam benak anak-anak adalah justru sisi “yang dilarang” dan argumentasi
negatifnya. Silahkan simak kata-kata saya: “Jangan bayangkan ada seekor
gajah yang sedang duduk dan berbikini pink!” Bagaimana? Meski saya sudah
melarang, anda pasti tetap membayangkan seekor gajah sedang duduk dengan
bikini warna pink, dan setelah itu anda pasti bertanya bertanya (dalam hati)
“kenapa tidak boleh?”. Dan jawaban saya ? pasti sebuah argumen yang
negatif. Akibatnya ? anda akan terbawa ke dalam pemikiran negatif.
Setiap kali sebuah larangan diucapkan maka setiapkali itu pulalah orang tua
secara tidak disengaja menguatkan persepsi untuk melihat sesuatu dari sudut
pandang negatif, kesalahan, kekhawatiran dan masalah. Bisa dibayangkan,
apabila seseorang dibesarkan dengan lebih dari 148.000 kali kata “JANGAN”,
maka berarti minimal sudah ada 148.000 “program” yang bernuansa negatif,
depresing, kesalahan dan salah serta kekhawatiran yang ditanamkan ke otak
seseorang. Setiap kata “JANGAN” dengan demikian akan selalu berasosiasi
dengan hal yang negatif, salah, menekan, masalah, dan kekhawatiran. Orang
tua (dan juga mungkin guru, atau orang-orang terdekat lainnya), secara tidak
sengaja telah membiasakan anak-anak mereka sejak kecil (bahkan mungkin
sejak anak berumur sekitar 1 tahun) untuk berfokus dan selalu memikirkan
hal-hal yang negatif, hal-hal yang salah, dan hal-hal yang mengkhawatirkan.
Seseorang yang sejak kecil hingga menjelang dewasa selalu dibiasakan untuk
melihat hal-hal yang bernuansa negatif, selanjutnya akan tumbuh menjadi
orang yang “sulit untuk mencari kebaikan” dan hal-hal yang positif. Sebuah
program dengan nama file always_negative.exe telah di install (secara tidak
sengaja) oleh orang-orang terdekat kita sejak kecil, utamanya orang tua kita.
Setiap kali sebuah larangan baru muncul maka program always_negative.exe
semakin diperkuat dan di up date dengan versi yang lebih baru dan lebih
canggih. Efek dari adanya program ini adalah, begitu ada sesuatu yang muncul
dihadapan kita, mungkin itu sebuah kejadian, atau bisa itu berupa barang,
atau seseorang, atau ide seseorang, maka program always_negatif.exe
langsung terpicu dan di excecute. Akibatnya sangat nyata dan anda bisa lihat
di sekeliling anda (bahkan pada diri anda sendiri juga), bahwa setiap hal,
informasi, kejadian, situasi, umumnya selalu dilihat, dipikir dan dirasakan dari
sudut yang negatif. Misalkan, “Usul anda bagus, tapi.....” “Apa sih hanya ide
segitu saja udah dipamer-pamerin...” “Apa hebatnya inisiatif itu, punyaku
lebih canggih lihat nih” Begitu sering kita berkomentar secara negatif
tentang hasil kerja orang ataupun ide orang lain. Karena kita terbiasa
memikirkan hal-hal yang negatif, maka kita jadi terbiasa untuk mencari
kesalahan, mencari kelemahan dan mencari bolong-bolong dalam setiap hal
yang kita temui.
Selain keampuhan kata “JANGAN”, program always_negative.exe juga
diperkuat dengan beberapa kebiasaan kita yang nampaknya tidak terlalu
“mengancam”, misalnya baca koran, baca tabloid, menonton berita dan film di
TV dan bergosip dengan teman sejawat.. Beberapa penulis buku bahkan telah
mendokumentasikan bahwa lebih dari 70% informasi yang diberitakan (baik
secara cetak maupun elektronik) merupakan informasi yang bernuansa
negatif. Silahkan anda iseng-iseng melakukan kuantifikasi dari berita pada
koran yang anda baca hari ini, ataupun berita di TV, maka akan nampak bahwa
demikian banyaknya berita yang negatif (masalah, kesalahan, kemarahan,
kejengkelan, perilaku negatif, dsb) dibandingkan dengan hal-hal yang positif
(bahkan sering berita yang paling negatif justru dipasang dengan huruf besar
dan tebal sebagai headline-nya).
Bisa dibayangkan kalau seseorang dibesarkan dengan budaya “Jangan ini,
Jangan itu” dan orang yang sama mempunyai hobi baca koran (pada pagi hari,
yang artinya memulai hari dengan banyak berita negatif), maka tidak heran
apabila program always_negative.exe yang ada di dalam pikirannya akan selalu
siap untuk di jalankan setiap saat. Apapun yang muncul di depan matanya akan
selalu “dilihat” dengan kacamata negatif. “Apa kurangnya? Apa jeleknya ?
Mungkin sebagian dari anda akan memprotes, kita memang harus melihat
kekurangan ataupun kesalahan, supaya bisa memperbaikinya,dan supaya bisa
berjaga-jaga, dan menghindari kesalahan. Betul, tetapi apabila kita terlalu
sering berkonsentrasi pada kekurangan, kesalahan, masalah dan
ketidaklengkapan, maka kita akan menjadi terbiasa dan menjadi ahli dibidang
kekurangan, masalah, dan ketidaklengkapan itu. Keahlian-keahlian itu akan
membuat kita menjadi seorang yang piawai untuk menghindari masalah
(“avoider”) ataupun memperbaiki kerusakan (“repairer”) alias tukang
reparasi”.
Apabila kita berkonsentrasi pada kerusakan lingkungan, kita akan menjadi ahli
tentang kerusakan, tetapi kita tidak akan pernah menjadi ahli tentang
membangun lingkungan yang berkelanjutan (silahkan tanyakan kepada teman
anda yang ahli tentang polusi, dunia seperti apa yang dia inginkan dan dia ingin
hidup di dalamnya? Saya jamin anda akan kaget karena jawabannya sering
tidak spesifik dan sedetail kalau kita tanya dia tentang polusi). Kita mungkin
ahli tentang penyakit, tetapi bukan ahli tentang kehidupan yang sehat dan
menyenangkan. Kita mungkin ahli tentang kemiskinan, tapi bukan ahli tentang
kekayaan. Kenapa begitu? Karena adalah terlalu berat untuk menjadi ahli di
kedua kutub. Seorang ahli kenteng magic, jelas akan kesulitan untuk
mendesign sebuah mobil dengan karakter aerodinamis, berwarna menarik, dan
design futuristik. Seorang ahli meramu obat akan membutuhkan waktu lama,
apabila diminta untuk merancang dengan detil makanan yang sehat dan
menarik untuk disantap (sehingga orang tidak sakit dan tidak perlu makan
obat).
Bagaimana cara menghindari kata ” Jangan ” ? Biasakanlah mencari kata
pengganti dari kata Jangan misalnya :
”Jangan menonton TV dekat-dekat ! Diganti menjadi :
Nonton TV-nya agak jauhan nak !
”Jangan main di Jalanan”. diganti : Mainnya di halaman saja nak !
AMERIKA TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA
AMERIKA TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA
Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia berapa
kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak indonesia dari
kehadiran tentara AS di sana.
Begitu memasuki perairan dataran indonesia, mereka akan di hadang pihak bea
cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang
tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang
Damai", coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.
Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitas base
camp pasti akan di kelilingi oleh penjual Bakso, Fried Chicken Gerobakan, Tukang
Es kelapa, tukang semir sepatu, lapak VCD bajakan, sampai obral pakaian Rp.
10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di
sekitar base camp juga.
Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank -tank lapis baja yang di parkir
dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas
perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,-
(maklum tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank
harus parkir selama sebulan.
Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr.Cepek
yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang
melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau
melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepek.
Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi
yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak
jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan
bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa
izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan.
Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya
yah ampun gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di
kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena
bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu
melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.
Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui "Rudal
Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying helicopter" alias wc
terapung di atas sungai. Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan
perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang
siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja
tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap
beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di
dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen
gaya-gayaan. Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran
karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan
meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar jatinegara di
lapak-lapak pakaian bekas. Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga
ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu.
Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada
haji Husin, haji mamat, dan engkong jai' para pemilik tanah. Di samping itu
mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja
yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk
meng-Amplopi pejabat-pejabat ini. Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena
tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base
camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.
Selain itu mereka juga harus membeli sejumlah masker karena kekhawatiran mereka
terhadap SARS di Indonesia.
Membayangkan semua kerugian ini semua akhinya Bush memutuskan TIDAK AKAN
MENYERANG INDONESIA .....
Pentagon membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia berapa
kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak indonesia dari
kehadiran tentara AS di sana.
Begitu memasuki perairan dataran indonesia, mereka akan di hadang pihak bea
cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang
tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan "Uang
Damai", coba hitung berapa besarnya jika bawaanya sedemikian banyak.
Kemudian mereka mendirikan Base camp militer , bisa di tebak di sekitas base
camp pasti akan di kelilingi oleh penjual Bakso, Fried Chicken Gerobakan, Tukang
Es kelapa, tukang semir sepatu, lapak VCD bajakan, sampai obral pakaian Rp.
10000 3 Pcs. Belum lagi para pengusaha komedi puter bakal ikut mangkal di
sekitar base camp juga.
Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank -tank lapis baja yang di parkir
dekat base camp akan di kenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas
perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp. 10.000,-
(maklum tarif orang bule), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank
harus parkir selama sebulan.
Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS harus menghadapi para Mr.Cepek
yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang
melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau
melewati pertigaan mereka harus menyiapkan recehan untuk para Mr. Cepek.
Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi
yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak
jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan
bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa
izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan.
Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya
yah ampun gede-gede kayak vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di
kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena
bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu
melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya.
Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak di lalui "Rudal
Kuning" yang di tembakkan penduduk setempat dari "Flying helicopter" alias wc
terapung di atas sungai. Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan
perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang
siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja
tank canggih mereka bakal siap dikiloin. Belum lagi para curanmor yang siap
beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di
dempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen
gaya-gayaan. Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran
karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan
meleng sedikit saja, besok pakaian mereka sudah mejeng di pasar jatinegara di
lapak-lapak pakaian bekas. Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga
ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu.
Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada
haji Husin, haji mamat, dan engkong jai' para pemilik tanah. Di samping itu
mereka juga harus minta izin kepada RT/ RW dan kelurahan setempat, berapa meja
yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus di siapkan untuk
meng-Amplopi pejabat-pejabat ini. Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena
tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base
camp buat nonton dangdut di RW 06, katanya ada Inul di sana.
Selain itu mereka juga harus membeli sejumlah masker karena kekhawatiran mereka
terhadap SARS di Indonesia.
Membayangkan semua kerugian ini semua akhinya Bush memutuskan TIDAK AKAN
MENYERANG INDONESIA .....
SI GINTING
GINTTING BELI DAWET
Ginting, seorang mahasiswa baru asal Medan yang baru pertama datang ke Yogya kebetulan pingin sekali minum minuman khas daerah tersebut yaitu DAWET alias cendol.
Ginting: "Mbak, beli cendol.."
Mbak: "Sampun telas" (=Sudah habis)
Ginting: "Iya memang harus pake gelas.."
Mbak: "Mboten wonten" (=tidak ada)
Ginting: "Iya memang saya suka pake santen.."
Mbak (sambil kesal): "Dasar sinting"
Ginting: "Kok tahu nama saya Ginting...??"
Mbak (makin kesal): "Dasar wong edan..!!"
Ginting: "Wah mbak betul lagi..saya memang dari Medan"
Mbak: "Dasar wong ora duwe otak...!!!"
Ginting: "Memang benar saya asli Batak."
Mbak: "Dasar budeg" (=tuli)....!!!!
Ginting: "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Mbak: "Sampeyan kok kurang kerjaan."
Ginting: "Benar sekali mbak teman-teman saya kurang kerjaan, mereka sukanya baca & kirim email...!!!"
Ginting, seorang mahasiswa baru asal Medan yang baru pertama datang ke Yogya kebetulan pingin sekali minum minuman khas daerah tersebut yaitu DAWET alias cendol.
Ginting: "Mbak, beli cendol.."
Mbak: "Sampun telas" (=Sudah habis)
Ginting: "Iya memang harus pake gelas.."
Mbak: "Mboten wonten" (=tidak ada)
Ginting: "Iya memang saya suka pake santen.."
Mbak (sambil kesal): "Dasar sinting"
Ginting: "Kok tahu nama saya Ginting...??"
Mbak (makin kesal): "Dasar wong edan..!!"
Ginting: "Wah mbak betul lagi..saya memang dari Medan"
Mbak: "Dasar wong ora duwe otak...!!!"
Ginting: "Memang benar saya asli Batak."
Mbak: "Dasar budeg" (=tuli)....!!!!
Ginting: "Selain cendol saya memang suka gudeg."
Mbak: "Sampeyan kok kurang kerjaan."
Ginting: "Benar sekali mbak teman-teman saya kurang kerjaan, mereka sukanya baca & kirim email...!!!"
JOKE
ADU HEBAT PARA KORUPTOR
Suatu hari diadakan pertemuan koruptor dari seluruh dunia. Mereka saling membanggakan kelebihan mereka dalam korupsi.
Berikut percakapan mereka :
Koruptor Cina : Di negara saya, korupsi dilakukan dibawah meja, sebab kalo ketahuan, pasti digantung.
Koruptor India : Di negara saya, korupsi dilakukan diatas meja, sebab sudah bukan hal yang aneh lagi.
Koruptor Amerika : Di negara saya, korupsi dilakukan bisa diatas meja atau di bawah meja, tergantung kebijakan politik negara saya.
Koruptor Indonesia : Kenapa kalian segitu saja bangga?? Dinegara saya, korupsi bukan hanya diatas meja atau dibawah meja, MEJANYA PUN KAMI KORUPSI...!!!!
Suatu hari diadakan pertemuan koruptor dari seluruh dunia. Mereka saling membanggakan kelebihan mereka dalam korupsi.
Berikut percakapan mereka :
Koruptor Cina : Di negara saya, korupsi dilakukan dibawah meja, sebab kalo ketahuan, pasti digantung.
Koruptor India : Di negara saya, korupsi dilakukan diatas meja, sebab sudah bukan hal yang aneh lagi.
Koruptor Amerika : Di negara saya, korupsi dilakukan bisa diatas meja atau di bawah meja, tergantung kebijakan politik negara saya.
Koruptor Indonesia : Kenapa kalian segitu saja bangga?? Dinegara saya, korupsi bukan hanya diatas meja atau dibawah meja, MEJANYA PUN KAMI KORUPSI...!!!!
Jumat, 20 November 2009
Kamis, 19 November 2009
Senin, 17 Agustus 2009
Flying Without Wings = NEKAT
Langganan:
Postingan (Atom)

Kali mati pos sebelum menuju ke Arcapada masih di area TNBTS, MAJAPALA 1998
Pose di danau ranu kumbolo TNBTS MAJAPALA tahun 1998
Makan malan di tenda dome masih di sekitar Danau ranu Kumbolo TNBTS
Pasar tumpang malang Jawa - Timur
Pendakian di lanjutkan dari pos Danau Ranu kumbolo menuju Kali mati yang memakan waktu kurang labih 3 jam.

